Monday, 6 April 2009
Kupinjam Untai Hatimu
ada malam yang selalu gelap, memberi kesan klasik begitu mengintipnya. seakan ada mimpi yang coba mewarnai. perisai hati begitu tebal hingga membuat sentuhan alam terlalu dangkal. bukan ibukota namanya kalau tanpa realita. seakan tak jua ada cahaya yang merambat karena semua tepat adanya. Bidadari itu jelita dengan auranya, menanti kusam dan lapuknya si jiwa. di balik kilau malam, ada air mata yang sayang di telantarkan. sedih menjadi penawar dan bisikan sedunya menggemparkan. Bidadari, karena setia kau begitu rela menanti. Kupinjam untai hatimu untuk semangat hari ini, kau peluk mesra kesunyian malam demi sebuah pengabdian. Kau mencoba ceria, tertawa, dan bahagia walau itu tak sederhana.Bersama serpihan angin ku titipkan rindu untuk kau simpan, dan kuharap ada bidadari kecil yang kan menjagamu kelak. Menjadilah bidadari-bidadari Surga dengan ilmu dan amal..................
Subscribe to:
Comments (Atom)