Thursday, 7 April 2011
Kembali ke masa depan
Berlari kecil sembari sesekali menengadahkan doa. Aku sesak menahan ketertinggalan jiwa. aku terdesak oleh angan yang jauh melampaui apapun batasnya. sering rasanya impian ini melejit jauh. jauh sekali, bahkan lebih jauh dari kerja satu dua jengkal lengan. ada kalanya rasa iri selalu memberi arti. Namun inilah ketidak pastian. Akan tetap disini bersama waktu yang semakin mundur atau kembali ke masa depan yang jauh dari kenyataan tanya. Kubidik dengan selapis doa, kujinjing dengan semangat tabuh subuh, meski pada akhirnya ku abdikan dengan secuil tenaga tak berprasaan. ampunku ya Allah......sebaik-baik tempat bercurah kisah............
Subscribe to:
Comments (Atom)