Wednesday, 18 November 2009

Serpihan Permohonan

Sejenak berdekap dengan sunyi,
hingga tak ada lagi yang mengusik
aku kembali mengadu
aku kembali tak hendak berputus duka
karena memang tak sempurna
berlari dan terus berlari dengan sebutir do'a
dari tabuh subuh hingga gelap merayap
tak terbatas dalam aksara
aku sebutir harapan yang sedang melayang
adalah takdirNya yang harus terus ku tatap
meski kadang terbata
aku dengan segelintir sunyi mencari arti
berusaha menentramkan kegelisahan
aku membangun keberanian untuk bersahabat
do'o-do'a ini barangkali saksinya
atas sungguh ketidaksempurnaan jiwa
makanya aku terus menjari
menelusuri selaput serpihan permohonan
ampunan, kasih sayang, pemeliharaan,
bagiMu Rabb yang aku puja
aku tak berani banyak berharap
aku ingin belajar menjadi hamba yang tulus bersyukur
aku ingin belajar mengabdi dengan ikhlas
aku ingin belajar menjalani hari-hari penantian dengan sabar
aku ingin belajar berdo'a dengan secarik data
aku ingin menjadi bagian dari yang Engkau sayangi
aku ingin tetap dan tetap berdo'a
hingga suara ini beruban dan bahkan berubah menjadi segores kata saja
baris do'aku akan terus merayap di selubung waktu