Friday, 16 July 2010

Ruang Kebingungan

Bukan satu atau dua alasan terurai, semuanya menjelaskan. setiap silih bergantinya lembar, setiap itu pula ruang kebingungan mengudara. ada apa dengan tanya? tak bolehkah. agama bukan tekstual, tapi seluruh literaturnya hadir dalam teks-teks resmi. Ilmu ternyata telah pergi bagi pemiliknya, dan literatur itulah sarinya. Ruang ini sangat dalam, menusuk, dan kadang kutelan mentah-mentah. aku bukan kesadaran mutlak, aku bukan kepalang ajar. justru belajar aku sekarang untuk sedikit berhati jalan. Aku menyadur hari-hariku dengan pujian keberanian, dan sedikit kutukan kelewatan. Aku tetap santun mengelola kata. Hati ini, nurani katanya! sisanya suara hati kayaknya. Perpaduan peluit jaman yang menggetarkan, remuk meggerogot bola salju perjalanan. Tak paham biarlah saja. Aku tak payah menyemai ruang bingunku, aku tak akan lelah, dan aku tak akan ambil apa sajalah!!! aku berdiri bersama JanjiNYa...