Thursday, 25 February 2010

Kebutuhan yang Diwajibkan

Barisan yang satu, barisan yang dua, barisan yang tiga,baris berbaris menggaris lurus.
merumuskan satu jalur terencana. Kewajiban atas kebutuhan menjadi semacam cindera mata abadi. Semangkuk ilmu berlari mengantar hangat kata mati itu, harapan ini akan segera pudar, menumbuk sejumlah batu nisan. Pemberhentian akhir yang tak berpangkal, serabut keinginanku yang jatuh di tepian waktu, terendus oleh setan keparat. Tuhan pertemuan dengan-Mu, janji-Mu bagi manusia terkutuk dan tertaqwa, Tuhan gapai hamba dengan bimbingan, dengan petunjuk, dan dengan hidayah-Mu. Kebutuhanku yang diwajibkan,aneh bukan kepalang, malu bukan terancang. Bagaimana ini? aku masih seperti si bayi kecil, yang harus di wajibkan,padahal itu kebutuhanku sendiri.Tuhan ampuni hamba yang takabur oleh janji-janji. Sesungguhnya sholatku,ibadahku,hidupku, dan matiku, ingin ku serahkan pada-Mu. Perjumpaan dengan-Mu,ketakutan ini menjadi-jadi,bagaimana aku mempertanggungjawabkan nikmat-Mu,ya Allah............