Monday, 20 October 2014
Kasian bangsa manusia itu,
Mereka lahir dan berkembang kemudian masing2 tumbuh dalam keyakinan yang beragam, sebagian besar dipengaruhi orangtua/nenek moyangnya. Beragam keyakinan itu disebut agama, denganya manusia bersaudara tapi banyak juga yang bermusuhan (atas nama perintah kitab suci---polos sekali). Modal keyakinan ada yang pas-pasan tapi banyak juga yang asal-asalan. Semua mengklaim menyembah TuhanNya meski dalam wujud yang sangat rumit (ada yang simbol batu, gambar, patung, benda alam, lukisan, dll) semua menurut 'keyakinan' nya masing2 tanpa enggan di nasehati. Yuk merenung sejenak.....Bagaimana kita memperoleh keyakinan itu? dogmatiskah? pragmatiskah? kritiskah? atheiskah? psikiskah?/ bukan semuanyakah?.....kasian bangsa manusia yang bingung mempertanyakan 'keyakinan', lebih kasian lagi yang tak berani mempertanyakan 'keyakinan' dan yang paling kasihan adalah yang pura-pura mempunyai 'keyakinan'. Yang tak punya "keyakinan'? tidak mungkin sebab ketidakyakinan terhadap sesuatu adalah "keyakinan" itu sendiri.
Friday, 19 September 2014
Cepat atau Lambat
Tak terasa cepat waktu berlalu sejak terakhir 2012, dengan segala kesibukan kerja kini aku sudah di penghujung 2014. Dua tahun sudah waktu berlalu dengan tanpa goresan dalam seraut blog ini. Iya, aku sangat merasakan itu. Merasakan cepat nya waktu berlalu, cepat sekali. Lain halnya dengan sebatang pohon mangga dihalaman rumahku. hampir setiap hari ku siram, ku bersihkan dari gulma dan sampah, ku siram lagi, begitu terus berulang sepanjang tahun, sembari kutatap dalam-dalam, betapa lama duhai pohon kesayanganku ini bertumbuh. Dua tahun berlalu tingginya belum juga melewatiku, nggak sabar aku ingin memanjatnya, juga berteduh dibawah rimbun daun-dauanya. Begitulah cepat atau lambat menjadi bagian dalam diriku.
Monday, 20 August 2012
Lentera yang Menerbangkan
Berduyun-duyun kata ini mengalir, memenuhi seluruh ruang kepala. mengumpul pada satu titik dan menggelembung sangat besar. kata demi kata semakin hari semakin menggali sendiri artinya.Perlahan tapi pasti, setiap darinya menemukan titik muara yang berisi. sekejap lagi adakah lentera yang menerbangkanya. setiap retakan dinding menjadi saksi, setiap ayunan daun menjadi saksi, dan setiap apapun yang mengitari menjadi saksi. sepintas lalu hari-haripun menjadi saksi.
Thursday, 16 February 2012
Ruang yang Meraung
Lantainya bergaris, dindingnya tipis, lubang udaranya terkesan mengintip. Bukanya tidak mengerti arti bangunan hati, tapi barangkali beginilah ruang ini berdiri. Ruang yang meraung meneruskan setiap kehidupan. semuanya mengalir melalui serentetan ruang-ruang ini. hilir mudik, ada yang berjalan, berlari dan bahkan meloncat. melaluinya dengan berbagai paras ada yang bahagia, berbungan, juga yang berduka. ruang ini meski semakin senja, tetep mengantongi sebagian besar nostalgia.
Tuesday, 24 January 2012
Lihat sebelah Sejenak,
Bergegas saja langkah tak gentar ini melenggang. seturut kemudian hempasan panjang keteledoran mulai merayap hangat. Bila dan semakin bilakah perhitungan ini menuju menit dan detik yang kerap berurung persahabatan. Bisa bisanya kata-kata ini semakin sakti. Atau sebenarnya sadis, entahlah....mari seluruh raga kita bersama lihat sebelah sejenak, untuk sekedar mengukur antara apakah diri kita, bersama hembusan kehidupan aku segaris dengan alam, membungkuk untuk belajar lebih khusyuk...Allah lidahku bahagia...
Monday, 19 December 2011
Ketika shalat menjadi saksi
Berucap dengan fasih mulut ini, melantunkan seluruh prosesi dengan khitmad. berharap-harap cemas, memohon setiap dentuman kata mampu menembus langit dan merunduk di hadapan Illahi Rabbi. Merangkai permohonan penuh sendu, memojok dengan kalimat-kalimat teduh, membayangkan sungai-sungai yang mengalir dan menyejukan, rasanya dahaga ini berulang dan terus berulang. Manusia itu " wajar" bermaksiat, benarkah? ada taubat yang mahal tak terkira. ketika shalat menjadi saksi atas kekurang sungguhan pena ini memohon. Dengan luapan penuh kasih sayang Dia gapai serangkai kalimat dengan satu atau dua puluh tujuh pahala. Adakah pena ini bertanya, sudah sungguhkah kita memohon padaNya. Dunia dan seluruh tabiatnya, menghempaskan pena ke titik terbusuk kekhusu'an kecuali rahmatNya....Duhai Illah kami, jemputlah kami dalam RidloMu...........
Tuesday, 22 November 2011
Berani berazzam
Duduk dan bercucuran kata, mengalirkan segelembung kalimat untuk sekedarnya. Berani berazzam untuk sesampai di tempat yang penuh anugerah. Tempat itu sering orang sebut dengan istilah Syurga. Nyentrik dan penuh kesempurnaan, walau belum sehelaipun aku mencebur kedalamnya. Allah biar aku tertatih, biar aku perih, aku tetap berharap..........kemana lagi aku pulang kalo ingin bahagia...syurga
Subscribe to:
Comments (Atom)