Thursday, 16 February 2012

Ruang yang Meraung

Lantainya bergaris, dindingnya tipis, lubang udaranya terkesan mengintip. Bukanya tidak mengerti arti bangunan hati, tapi barangkali beginilah ruang ini berdiri. Ruang yang meraung meneruskan setiap kehidupan. semuanya mengalir melalui serentetan ruang-ruang ini. hilir mudik, ada yang berjalan, berlari dan bahkan meloncat. melaluinya dengan berbagai paras ada yang bahagia, berbungan, juga yang berduka. ruang ini meski semakin senja, tetep mengantongi sebagian besar nostalgia.

No comments: