Monday, 19 December 2011

Ketika shalat menjadi saksi

Berucap dengan fasih mulut ini, melantunkan seluruh prosesi dengan khitmad. berharap-harap cemas, memohon setiap dentuman kata mampu menembus langit dan merunduk di hadapan Illahi Rabbi. Merangkai permohonan penuh sendu, memojok dengan kalimat-kalimat teduh, membayangkan sungai-sungai yang mengalir dan menyejukan, rasanya dahaga ini berulang dan terus berulang. Manusia itu " wajar" bermaksiat, benarkah? ada taubat yang mahal tak terkira. ketika shalat menjadi saksi atas kekurang sungguhan pena ini memohon. Dengan luapan penuh kasih sayang Dia gapai serangkai kalimat dengan satu atau dua puluh tujuh pahala. Adakah pena ini bertanya, sudah sungguhkah kita memohon padaNya. Dunia dan seluruh tabiatnya, menghempaskan pena ke titik terbusuk kekhusu'an kecuali rahmatNya....Duhai Illah kami, jemputlah kami dalam RidloMu...........

Tuesday, 22 November 2011

Berani berazzam

Duduk dan bercucuran kata, mengalirkan segelembung kalimat untuk sekedarnya. Berani berazzam untuk sesampai di tempat yang penuh anugerah. Tempat itu sering orang sebut dengan istilah Syurga. Nyentrik dan penuh kesempurnaan, walau belum sehelaipun aku mencebur kedalamnya. Allah biar aku tertatih, biar aku perih, aku tetap berharap..........kemana lagi aku pulang kalo ingin bahagia...syurga

Saturday, 10 September 2011

Keputusan Besar

Berbisik dalam kerinduan yang dalam. Pengetahuan yang dangkal menjadi buah ketidak tenangan. apakah itu masa depan? kemenangan? syurga?....Sesekali terbayang walau lain waktu terlempar oleh silau hamparan dunia. Sungguhpun demikian, Allah Engkaulah tempat insan ini kembali. Keputusan besar ini sudah membulat, Maha karya tertinggi ini sudah semakin kokoh, MenatapMu dalam kasih sayang menjadi anugerah Maha Dahsyat.....Sangat sadarnya insan ini dengan sama dahsyatnya godaan Iblis laknatullah, Allah sungguh BimbinganMu adalah Satu jalan TerBAIK.....AMIN

Thursday, 7 April 2011

Kembali ke masa depan

Berlari kecil sembari sesekali menengadahkan doa. Aku sesak menahan ketertinggalan jiwa. aku terdesak oleh angan yang jauh melampaui apapun batasnya. sering rasanya impian ini melejit jauh. jauh sekali, bahkan lebih jauh dari kerja satu dua jengkal lengan. ada kalanya rasa iri selalu memberi arti. Namun inilah ketidak pastian. Akan tetap disini bersama waktu yang semakin mundur atau kembali ke masa depan yang jauh dari kenyataan tanya. Kubidik dengan selapis doa, kujinjing dengan semangat tabuh subuh, meski pada akhirnya ku abdikan dengan secuil tenaga tak berprasaan. ampunku ya Allah......sebaik-baik tempat bercurah kisah............

Monday, 28 February 2011

Berharap pada Allah

Santun kalimat kata, mengalir bagai tetesan cinta. menata hati dan jiwa, berucap doa di tiang kehidupan. menggagas pujian rasa, meringkas tiang-tiang agama. ada harta diatas harta, ada harapan diatas harapan. ada zakat untuk menjaga harta. ada sedekah untuk menumpuk harta. ada harapan untuk dunia akherat. berharap pada Allah ada pusat kenyataan. bahkan seorang atheispun berharap.

Friday, 18 February 2011

Aku malu tanpa "L"

Tuhann..............kuterikan dengan lantang untuk memanggilMu...
ya Allah.............aku benar-benar berteriak untuk MU
untuk hati ini yang tak pernah berhenti dari cemas.
Tuhan...................aku berhasrat akan SyurgaMu...
benar benarc aku berhasrat
hasrat yang tiada terkira..
tuhan...sampai-sampai aku terlupa dari hari ke hari
tuhan...........aku larut dalam senyap di tepi gelap
tuhan..........aku ternyata sangat mau
walau terkadang aku malu, tapi aku mau, tapi aku malu, tapi aku mau..tuhan..
sentuhlah aku dengan kasih dan sayangMu,,