Wednesday, 21 October 2009

Istana Al-Qur'an dalam Khayalku

Nafas kakiku lirih mengetuk bingkai alam yang spektakuler. Eulogi dari hati untuk si kerdil yang belum jua paham adanya. Kisah Abu Bakr As Siddiq yang patriotik, bukan saja dalam menumpas pemberonta dan membebaskan Iraq serta Syam, tapi lebih dari itu. Zaid bin Tsabit menjadi icon paling kudu dibanggakan sampai peradaban kapanpun. Aku sendiri mengawinkan keinginan hati dengan lembaran dunia yang luasnya terbentang. Kemanapun berlari kesitulah batas berhenti. Ada intuisi yang kian kali membolak-balik di ujung hati. Sebaiknya kuhindari saja para filosof yunani, karena itu bagian dari belajar. Hari esok sebentar lagi, 1000 abad lamanya juga sebentar adanya. Peradaban islam pernah berjaya, namun tak lama. Jadi hari ini, akan aku ambil alih pekerjaan besar sosok yang aku idolakan itu kalau tak mau disebut meneruskan. Istana Al-Qur'an dalam khayalku, Allah bimbing mahklukMu yang satu ini. Bentangkan selebar-lebarnya pintu hidayah dan hikmahMu. Amin.........

Thursday, 8 October 2009

Berikan Kebaikan kepadaku

Menghapus coretan-coretan hati, belajar menyendiri untuk menatap haluan-haluan tatanan harga diri. Seantero jagad serasa berkaca sambil selalu waspada.
Langit dan bumi adalah maha karya yang telah di janjikan. bagiku syukur adalah bersimpuh dan berlepas raga dari maksiat. Kumohon petunjuk-Mu agar aku selalu bersyukur pada-Mu, Berilah aku kebajikan beramal yang Engkau Ridloi. Berikan Kebaikan padaku, serta anak cucuku. Mencintai-Mu bagiku penuh perjuangan, setetes kalungan hati yang tersetir diatas derap langkah kemauan. Karena siapapun hamba-Mu yang telah Engkau beri petunjuk, maka Engkau akan menambahkan petunjuk itu sebagai karuniaMu.