Saturday, 10 September 2011
Keputusan Besar
Berbisik dalam kerinduan yang dalam. Pengetahuan yang dangkal menjadi buah ketidak tenangan. apakah itu masa depan? kemenangan? syurga?....Sesekali terbayang walau lain waktu terlempar oleh silau hamparan dunia. Sungguhpun demikian, Allah Engkaulah tempat insan ini kembali. Keputusan besar ini sudah membulat, Maha karya tertinggi ini sudah semakin kokoh, MenatapMu dalam kasih sayang menjadi anugerah Maha Dahsyat.....Sangat sadarnya insan ini dengan sama dahsyatnya godaan Iblis laknatullah, Allah sungguh BimbinganMu adalah Satu jalan TerBAIK.....AMIN
Thursday, 7 April 2011
Kembali ke masa depan
Berlari kecil sembari sesekali menengadahkan doa. Aku sesak menahan ketertinggalan jiwa. aku terdesak oleh angan yang jauh melampaui apapun batasnya. sering rasanya impian ini melejit jauh. jauh sekali, bahkan lebih jauh dari kerja satu dua jengkal lengan. ada kalanya rasa iri selalu memberi arti. Namun inilah ketidak pastian. Akan tetap disini bersama waktu yang semakin mundur atau kembali ke masa depan yang jauh dari kenyataan tanya. Kubidik dengan selapis doa, kujinjing dengan semangat tabuh subuh, meski pada akhirnya ku abdikan dengan secuil tenaga tak berprasaan. ampunku ya Allah......sebaik-baik tempat bercurah kisah............
Monday, 28 February 2011
Berharap pada Allah
Santun kalimat kata, mengalir bagai tetesan cinta. menata hati dan jiwa, berucap doa di tiang kehidupan. menggagas pujian rasa, meringkas tiang-tiang agama. ada harta diatas harta, ada harapan diatas harapan. ada zakat untuk menjaga harta. ada sedekah untuk menumpuk harta. ada harapan untuk dunia akherat. berharap pada Allah ada pusat kenyataan. bahkan seorang atheispun berharap.
Friday, 18 February 2011
Aku malu tanpa "L"
Tuhann..............kuterikan dengan lantang untuk memanggilMu...
ya Allah.............aku benar-benar berteriak untuk MU
untuk hati ini yang tak pernah berhenti dari cemas.
Tuhan...................aku berhasrat akan SyurgaMu...
benar benarc aku berhasrat
hasrat yang tiada terkira..
tuhan...sampai-sampai aku terlupa dari hari ke hari
tuhan...........aku larut dalam senyap di tepi gelap
tuhan..........aku ternyata sangat mau
walau terkadang aku malu, tapi aku mau, tapi aku malu, tapi aku mau..tuhan..
sentuhlah aku dengan kasih dan sayangMu,,
ya Allah.............aku benar-benar berteriak untuk MU
untuk hati ini yang tak pernah berhenti dari cemas.
Tuhan...................aku berhasrat akan SyurgaMu...
benar benarc aku berhasrat
hasrat yang tiada terkira..
tuhan...sampai-sampai aku terlupa dari hari ke hari
tuhan...........aku larut dalam senyap di tepi gelap
tuhan..........aku ternyata sangat mau
walau terkadang aku malu, tapi aku mau, tapi aku malu, tapi aku mau..tuhan..
sentuhlah aku dengan kasih dan sayangMu,,
Saturday, 18 December 2010
Menangis di ujung Desember tahun ini
Aku sedang ingin menangis,aku juga sedang ingin tertawa
aku sedang ingin sebanyak keinginan...
aku kembali ingin menangis. Menangis di ujung Desember tahun ini
menangis untuk selembar janji, aku sadar untuk harus menangis...
dan aku harus menagih untuk menangis,
aku sampai harus mengais tangis,,
kutitipkan air mata ini di pipimu wahai sahabat,
dalam urai yg tak terbendung
hingga jakarta melayang,,,
serpihan tangis ini masih menggaru, sangat dalam
diatas tanah kesemrawutan.....
aku sedang ingin sebanyak keinginan...
aku kembali ingin menangis. Menangis di ujung Desember tahun ini
menangis untuk selembar janji, aku sadar untuk harus menangis...
dan aku harus menagih untuk menangis,
aku sampai harus mengais tangis,,
kutitipkan air mata ini di pipimu wahai sahabat,
dalam urai yg tak terbendung
hingga jakarta melayang,,,
serpihan tangis ini masih menggaru, sangat dalam
diatas tanah kesemrawutan.....
Boleh berpikir dua atau tiga kali
Sebabnya belum tentu beradu adab, semakin detik berganti semakin sengit mencari arti. Selangkah hati ini pasrah pada layu daun di batas kanvas. segalanya resah, segalanya berkeluh dosa, dosa ..dosa...mendesah,
semakin sakti untuk mengingkari....tuhan damaikan hati..damaikan hati...
katanya boleh berpikir dua atau tiga kali, tapi untuk apa yang sendiri seperti ini
kota akan kembali sepi...
berarti semakin tak berarti...
semakin sakti untuk mengingkari....tuhan damaikan hati..damaikan hati...
katanya boleh berpikir dua atau tiga kali, tapi untuk apa yang sendiri seperti ini
kota akan kembali sepi...
berarti semakin tak berarti...
Sunday, 3 October 2010
Sehari lagi selesai
Bila kita terus terang untuk mengakui, rasanya nilai-nilai peristiwa akan menjadi lebih santun. demikian halnya dengan canda, tawa, dan air mata, semuanya laris terjual. Bayangan senja selalu malu mengintip pada sajak cantik yang berderai rasa. butir hati kita sedari dulu mengatakan "iya". untuk sejumlah ilustrasi hidup. bukan saja indah tapi jika sehari lagi selesai, kita akan siap menyapa lusa dengan luapan asa.
Subscribe to:
Posts (Atom)