Monday, 28 February 2011

Berharap pada Allah

Santun kalimat kata, mengalir bagai tetesan cinta. menata hati dan jiwa, berucap doa di tiang kehidupan. menggagas pujian rasa, meringkas tiang-tiang agama. ada harta diatas harta, ada harapan diatas harapan. ada zakat untuk menjaga harta. ada sedekah untuk menumpuk harta. ada harapan untuk dunia akherat. berharap pada Allah ada pusat kenyataan. bahkan seorang atheispun berharap.

Friday, 18 February 2011

Aku malu tanpa "L"

Tuhann..............kuterikan dengan lantang untuk memanggilMu...
ya Allah.............aku benar-benar berteriak untuk MU
untuk hati ini yang tak pernah berhenti dari cemas.
Tuhan...................aku berhasrat akan SyurgaMu...
benar benarc aku berhasrat
hasrat yang tiada terkira..
tuhan...sampai-sampai aku terlupa dari hari ke hari
tuhan...........aku larut dalam senyap di tepi gelap
tuhan..........aku ternyata sangat mau
walau terkadang aku malu, tapi aku mau, tapi aku malu, tapi aku mau..tuhan..
sentuhlah aku dengan kasih dan sayangMu,,

Saturday, 18 December 2010

Menangis di ujung Desember tahun ini

Aku sedang ingin menangis,aku juga sedang ingin tertawa
aku sedang ingin sebanyak keinginan...
aku kembali ingin menangis. Menangis di ujung Desember tahun ini
menangis untuk selembar janji, aku sadar untuk harus menangis...
dan aku harus menagih untuk menangis,
aku sampai harus mengais tangis,,
kutitipkan air mata ini di pipimu wahai sahabat,
dalam urai yg tak terbendung
hingga jakarta melayang,,,
serpihan tangis ini masih menggaru, sangat dalam
diatas tanah kesemrawutan.....

Boleh berpikir dua atau tiga kali

Sebabnya belum tentu beradu adab, semakin detik berganti semakin sengit mencari arti. Selangkah hati ini pasrah pada layu daun di batas kanvas. segalanya resah, segalanya berkeluh dosa, dosa ..dosa...mendesah,
semakin sakti untuk mengingkari....tuhan damaikan hati..damaikan hati...
katanya boleh berpikir dua atau tiga kali, tapi untuk apa yang sendiri seperti ini
kota akan kembali sepi...
berarti semakin tak berarti...

Sunday, 3 October 2010

Sehari lagi selesai

Bila kita terus terang untuk mengakui, rasanya nilai-nilai peristiwa akan menjadi lebih santun. demikian halnya dengan canda, tawa, dan air mata, semuanya laris terjual. Bayangan senja selalu malu mengintip pada sajak cantik yang berderai rasa. butir hati kita sedari dulu mengatakan "iya". untuk sejumlah ilustrasi hidup. bukan saja indah tapi jika sehari lagi selesai, kita akan siap menyapa lusa dengan luapan asa.

Saturday, 4 September 2010

Menata Anugerah

Setiap hari kita menata.Entah berapa lama lagi kita akan menata.Jendela yang mulai kusam,pintu dan langit-langit rumah malah hitam legam.lumrah saja,sehari ini aku tersibukan oleh pagi,siang,dan sore yg datang.aku basahi detik detiku dengan air sungai.cermin menjadi mangkok hidupku,padanya ada gelap gulita yg terus menata anugerah.

Friday, 16 July 2010

Ruang Kebingungan

Bukan satu atau dua alasan terurai, semuanya menjelaskan. setiap silih bergantinya lembar, setiap itu pula ruang kebingungan mengudara. ada apa dengan tanya? tak bolehkah. agama bukan tekstual, tapi seluruh literaturnya hadir dalam teks-teks resmi. Ilmu ternyata telah pergi bagi pemiliknya, dan literatur itulah sarinya. Ruang ini sangat dalam, menusuk, dan kadang kutelan mentah-mentah. aku bukan kesadaran mutlak, aku bukan kepalang ajar. justru belajar aku sekarang untuk sedikit berhati jalan. Aku menyadur hari-hariku dengan pujian keberanian, dan sedikit kutukan kelewatan. Aku tetap santun mengelola kata. Hati ini, nurani katanya! sisanya suara hati kayaknya. Perpaduan peluit jaman yang menggetarkan, remuk meggerogot bola salju perjalanan. Tak paham biarlah saja. Aku tak payah menyemai ruang bingunku, aku tak akan lelah, dan aku tak akan ambil apa sajalah!!! aku berdiri bersama JanjiNYa...