Monday, 20 August 2012
Lentera yang Menerbangkan
Berduyun-duyun kata ini mengalir, memenuhi seluruh ruang kepala. mengumpul pada satu titik dan menggelembung sangat besar. kata demi kata semakin hari semakin menggali sendiri artinya.Perlahan tapi pasti, setiap darinya menemukan titik muara yang berisi. sekejap lagi adakah lentera yang menerbangkanya. setiap retakan dinding menjadi saksi, setiap ayunan daun menjadi saksi, dan setiap apapun yang mengitari menjadi saksi. sepintas lalu hari-haripun menjadi saksi.
Thursday, 16 February 2012
Ruang yang Meraung
Lantainya bergaris, dindingnya tipis, lubang udaranya terkesan mengintip. Bukanya tidak mengerti arti bangunan hati, tapi barangkali beginilah ruang ini berdiri. Ruang yang meraung meneruskan setiap kehidupan. semuanya mengalir melalui serentetan ruang-ruang ini. hilir mudik, ada yang berjalan, berlari dan bahkan meloncat. melaluinya dengan berbagai paras ada yang bahagia, berbungan, juga yang berduka. ruang ini meski semakin senja, tetep mengantongi sebagian besar nostalgia.
Tuesday, 24 January 2012
Lihat sebelah Sejenak,
Bergegas saja langkah tak gentar ini melenggang. seturut kemudian hempasan panjang keteledoran mulai merayap hangat. Bila dan semakin bilakah perhitungan ini menuju menit dan detik yang kerap berurung persahabatan. Bisa bisanya kata-kata ini semakin sakti. Atau sebenarnya sadis, entahlah....mari seluruh raga kita bersama lihat sebelah sejenak, untuk sekedar mengukur antara apakah diri kita, bersama hembusan kehidupan aku segaris dengan alam, membungkuk untuk belajar lebih khusyuk...Allah lidahku bahagia...
Monday, 19 December 2011
Ketika shalat menjadi saksi
Berucap dengan fasih mulut ini, melantunkan seluruh prosesi dengan khitmad. berharap-harap cemas, memohon setiap dentuman kata mampu menembus langit dan merunduk di hadapan Illahi Rabbi. Merangkai permohonan penuh sendu, memojok dengan kalimat-kalimat teduh, membayangkan sungai-sungai yang mengalir dan menyejukan, rasanya dahaga ini berulang dan terus berulang. Manusia itu " wajar" bermaksiat, benarkah? ada taubat yang mahal tak terkira. ketika shalat menjadi saksi atas kekurang sungguhan pena ini memohon. Dengan luapan penuh kasih sayang Dia gapai serangkai kalimat dengan satu atau dua puluh tujuh pahala. Adakah pena ini bertanya, sudah sungguhkah kita memohon padaNya. Dunia dan seluruh tabiatnya, menghempaskan pena ke titik terbusuk kekhusu'an kecuali rahmatNya....Duhai Illah kami, jemputlah kami dalam RidloMu...........
Tuesday, 22 November 2011
Berani berazzam
Duduk dan bercucuran kata, mengalirkan segelembung kalimat untuk sekedarnya. Berani berazzam untuk sesampai di tempat yang penuh anugerah. Tempat itu sering orang sebut dengan istilah Syurga. Nyentrik dan penuh kesempurnaan, walau belum sehelaipun aku mencebur kedalamnya. Allah biar aku tertatih, biar aku perih, aku tetap berharap..........kemana lagi aku pulang kalo ingin bahagia...syurga
Saturday, 10 September 2011
Keputusan Besar
Berbisik dalam kerinduan yang dalam. Pengetahuan yang dangkal menjadi buah ketidak tenangan. apakah itu masa depan? kemenangan? syurga?....Sesekali terbayang walau lain waktu terlempar oleh silau hamparan dunia. Sungguhpun demikian, Allah Engkaulah tempat insan ini kembali. Keputusan besar ini sudah membulat, Maha karya tertinggi ini sudah semakin kokoh, MenatapMu dalam kasih sayang menjadi anugerah Maha Dahsyat.....Sangat sadarnya insan ini dengan sama dahsyatnya godaan Iblis laknatullah, Allah sungguh BimbinganMu adalah Satu jalan TerBAIK.....AMIN
Thursday, 7 April 2011
Kembali ke masa depan
Berlari kecil sembari sesekali menengadahkan doa. Aku sesak menahan ketertinggalan jiwa. aku terdesak oleh angan yang jauh melampaui apapun batasnya. sering rasanya impian ini melejit jauh. jauh sekali, bahkan lebih jauh dari kerja satu dua jengkal lengan. ada kalanya rasa iri selalu memberi arti. Namun inilah ketidak pastian. Akan tetap disini bersama waktu yang semakin mundur atau kembali ke masa depan yang jauh dari kenyataan tanya. Kubidik dengan selapis doa, kujinjing dengan semangat tabuh subuh, meski pada akhirnya ku abdikan dengan secuil tenaga tak berprasaan. ampunku ya Allah......sebaik-baik tempat bercurah kisah............
Subscribe to:
Posts (Atom)