Tuhan, aku menangis lagi. benar saja aku menangis
aku sedang mengais lilitan air mata ini, tuhan aku sembari berlari di penghujung kanal negeri ini. mengadu, iya benar adanya. Kuadukan semua kegundahan ini
beras itu belum pergi, bumbu dan santan masih menyelimuti.
tuhan aku bagai pelabuhan tak bertepi.
lantaran hari semangat berbakti, sedih dan kalung hatiku ini berani berluka.
Engkau tau yang terbaik, Engkau memberi dan terus memberi.
aku meminta dan terus meminta.
Tuhan bulan purnamapun enggan bersapa, tuhan aku bersenandung dengan dosa...
kuingin privat dari Mu, kiranya para hamba yang sholeh bisa,
aku yang biasa ini, kembali berusaha,
tuhan, dunia ini membimbingku ke neraka, ku harap privat dariMu yang teramat kuat.
Tuhan rasa sayang dan cinta ini kuharap terlukis indah di padang manapun berkisar.
lantaran semua yang disampingku saat ini, aku mengenal Mu, aku mulai benar-benar mencintai MU.
Tuhan...ku.........ya Allah....ampuni kelewatan kata hati ini,
Duhai Allah mohon ijinkan hamba
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment