Monday, 3 November 2008

Impian ke Surga

Pemeluk agama apapun sepakat, surga adalah hadiah terbesar pengambdian manusia. sampai-sampai darah menjadi taruhannya. Petanyaan mendasar itu tidak akan pernah berakhir, pertanyaan akan sebuah hakekat kepastian. Paling tidak menyadarkan diri sendiri itu penting, kalaulah komunitas diluar tetap tidak mau tau. Surga itu pasti, apapun alasannya dan surga itu tempat kembali, bukan tempat mampir. Dunia ini, penjara sebagaimana moyang kita adam dan hawa di tempatkan karena kesalahannya. Mungkin aku terlalu polos mengupas poin ini, tapi jauh dari sisi terdalam hatiku hanya satu pintaku. Duhai seluruh manusia di dunia, dengarkanlah ajakan saudaramu ini, ayo bersama-sama kita pulang ke Surga..ya Surga dimana moyang kita pernah tinggal. Semangat memahami ajaran agama tidak lain dan tidak bukan hanya untuk kembali kesurga, bukan?!. Jadi bagi yang percaya dengan agama, apapun agama anda, tolong telaah kembali dan terus di perdalam sampai di temukan seruan gembira kesurga. Sebagai muslim aku sedang belajar menemukan dan menjaganya. bagi sesama muslim, aku yakin kau telah lebih banyak menemukan, bagi selain muslim terlepas dari itu aku mohon temukan sebelum tak ada lagi ampun. sebab aku berharap kita semua bisa benar-benar melangkahkan kaki ke Surga. Ayo...kita memohon selalu di beri kemudahan dalam mengimpikan Surga, sampai Dia meridhoi doa kita.
Ya Allah jangan engkau hapus nikmatnya berdoa memohon masuk surga
Ya Allah jangan engkau kurangi nimatnya menagis ditengah malam mengimpikan Surga
Ya Allah jangan engkau ambil nikmatnya Iman dan Islam, dan hidup dengan bijak
Ya Allah aku yakin setiap pemeluk agama itu menginginkan yang terbaik, sebagaimana aku menginginkan Surga dengan Islamku.

No comments: