Wednesday, 26 November 2008

Surga itu harga mati

Berat dan ringan merupakan istilah untuk sebuah fenomena yang berlawanan dengan makna seribu arah. setidaknya hal tersebut telah menjadi kesadaran bersama atau paling tidak cukup dengan kata "ngeh". sebab kesadaran kolektif itu beragam dan intuisinya metafora. tak hendak berkata aneh namun terpangkasnya gelora maya telah ikut nimbrung dan bersahaja. Menjadikan keasyikan hidup adalah menjalaninya itu reka-reka tanpa batas. Justru kepahaman mendalam telah menjawab bahwa hidup ini tak akan sepi dari tantangan dan rintangan sehingga tetap Istiqomah, kemudian Istikharah, dan di ikuti Istighfar menjadi aktor penyemangat yang tak kalah tanding. kembali kerumah bagi anak kecil adalah harapan terbesar terutama saat ia di seberang jalan dengan ribuan mobil besar beradu kecepatan. Barang itu juga yang baiknya secara bijak kita rasakan untuk kembali kesurga..ya..tepat sekali kembali ke surga atau mungkin pulang. sebab dulu moyang kita dari surga. Allah bimbinglah insan-insan ini untuk kembali kumohon...kumohon...bimbing dan arahkan..beri kami pentunjuk...peliharalah kami selama menjalani hari di bumi...Alllah ku mohon..engkaulah yang maha berkehendak....kumohon kehenddakilah kami,insan-insan yang penakut ini kembali pulang kesurga...ampunilah kami...kesadarankami mengatakan bisa jadi sangat tidak pantas kami menuai surga..apalagi ribuan dosa yang menyelimuti..tapi sungguh ya Allah kasih dan sayangMU..membuat kami sedikit tak tau Diri memohon dan terus memohon..ku mohon...kumohon...Allah..kumohon...izinkanlah....amin

No comments: